Jakarta (KABARIN) - Ahli gizi Serena Pratt, M.S., RDN, mengungkapkan bahwa mengonsumsi teh hijau setelah makan malam dapat menjadi salah satu kebiasaan yang mendukung kesehatan jantung dan membantu menjaga kadar kolesterol pada penderita kolesterol tinggi.
"Teh hijau mengandung senyawa tumbuhan yang disebut katekin dan polifenol, yang bertindak sebagai antioksidan dan memiliki sifat antiinflamasi yang membantu melindungi jantung dan pembuluh darah," kata Pratt, seperti dikutip Eating Well, Selasa (30/6) waktu setempat.
Menurut Pratt, berikut manfaat teh hijau bagi penderita kolesterol:
1. Membantu mendukung metabolisme kolesterol
Teh hijau mengandung katekin, termasuk epigallocatechin gallate (EGCG), yang dapat membantu membatasi penyerapan kolesterol oleh tubuh sekaligus mendukung proses metabolisme kolesterol.
2. Melindungi kolesterol LDL dari oksidasi
Katekin juga membantu melindungi kolesterol Low-Density Lipoprotein (LDL) atau kolesterol jahat dari proses oksidasi yang berperan dalam pembentukan plak pada pembuluh darah.
3. Membantu menurunkan kolesterol total dan LDL
Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa katekin dalam teh hijau dapat memberikan manfaat moderat dalam menurunkan kadar kolesterol total maupun kolesterol LDL, meski sebagian besar studi menggunakan ekstrak teh hijau dengan konsentrasi katekin lebih tinggi.
4. Menjadi pilihan minuman yang lebih sehat
Pratt mengatakan teh hijau tanpa tambahan gula dan kafein dapat menjadi alternatif yang lebih sehat dibandingkan kopi manis, koktail pencuci mulut, atau minuman berbasis krim yang umumnya mengandung gula dan lemak jenuh.
Sementara itu, ahli gizi Amy Davis, RD, LDN, menegaskan bahwa teh hijau dapat menjadi bagian dari pola hidup sehat untuk menjaga kolesterol, tetapi bukan satu-satunya solusi.
Menurutnya, menjaga kadar kolesterol tetap sehat memerlukan pendekatan menyeluruh, mulai dari pola makan bergizi, olahraga teratur, tidur yang cukup, hingga penggunaan obat apabila diperlukan sesuai anjuran dokter.
Davis juga mengingatkan agar memilih teh hijau tanpa pemanis karena teh kemasan, matcha latte manis, maupun minuman teh dari kedai kopi sering kali mengandung tambahan gula yang berlebihan.
Selain itu, ia menyarankan memperbanyak konsumsi makanan kaya serat larut, seperti oat, barley, buah-buahan, dan sayuran, serta mengganti lemak jenuh dengan lemak tak jenuh untuk membantu menurunkan kadar kolesterol LDL.
Editor: M. Hilal Eka Saputra Harahap
Copyright © KABARIN 2026